Minggu, 16 Maret 2014

PSIKOTERAPI ------ Tugas Portofolio 1


A. PENGANTAR

1.   Pengertian Psikoterapi

Menurut KBBI definisi psikoterapi adalah cara pengobatan dng mempergunakan pengaruh (kekuatan batin) dokter atas jiwa (rohani) penderita, dng cara tidak mempergunakan obat-obatan, tetapi dng metode sugesti, nasihat, hiburan, hipnosis, dsb.
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.


2.   Tujuan Psikoterapi

Tujuan psikoterapi dengan pendekatam psikoanalisis menurut Corey (1991) dirumuslan sebagai : membuat sesuatu yag tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupakan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:

·         Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
·         Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
·         Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
·         Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
·         Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
·         Mengembangkan potensi klien.
·         Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
·         Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
·         Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
·         Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
·         Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
·         Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·         Meningkatkan kesadaran diri.
·         Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
·         Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.


3.   Unsur -  Unsur Psikoterapi

Pendekatan kesehatan jiwa yang integratif menjadi hal yang sangat penting  ketika harus bekerja bersama orang-orang dengan beragam latar belakang kebudayaan. James & Prilleltensky mengambil suatu pendekatan transdisiplin dalam menyediakan suatu kerangka pemahaman dan peningkatan kesehatan jiwa dalam konteks keberagaman budaya, antara lain
·         Filosofis : Visi tentang kehidupan yang baik, orang yang baik, masyarakat yang baik. Agar dapat memahami bahwa nilai-nilai yang secara khusus membentuk sebuah konsep kesehatan mental, visi dari kehidupan dan masyarakat yang baik haruslah bisa diuji.

·         Kontekstual : persoalan-persoalan yang terjadi di daerah dimana masyarakat tertentu menetap/ tinggal. Keterlibatan ilmuwan social semakin tinggi apabila mereka berusaha untuk memahami kondisi sscial ekonomi, budaya dan politik dari suatu masyarakat dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka.

·         Norma sosial dan budaya : pada suatu waktu, masalah-masalah sosial hanya ditangani pada tingkat individu saja, dan tidak melibatkan masyarakat. Bantuan ditawarkan pada orang-orang yang mengalami penganiayaan atau kekerasan dalam bentuk terapi individu. Namun saat ini masalah sosial mulai ditangani dalam tingkat masyarakat. Contoh intervensi tingkat masyarakat misalnya intervensi komunitas untuk pencegahan kekerasan.

Menurut Masserman terdapat 8 unsur yang mempengaruhi psikoterapi. Kedelapan unsur tersebut adalah :
-          Peran social ( martabat )
-          Hubungan
-          Hak
-          Retrospeksi
-          Reduksi
-          Rehabilitasi
-          Resosialisasi
-          Rekapitulasi

4.   Perbedaan psikoterapi dengan konseling

Ø  Konseling
1.    Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
2.    klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
3.    konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
4.    konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami masalah.

Ø  Psikoterapi

1.    Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu,
2.    klien dianggap sakit mental.
3.    klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan,
4.    Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
5.    Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
6.    terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.


5.   Pendekatan Terhadap Mental Lines

a.    Biological
Biological, meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat. Menurut Dr. John Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin dalam tubuh. Lalu dikembangkan terapi injeksi insulin . juga mulai dikembangkan upaya bedah otak di London.

b.    Psychological
Meliputi suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuele pasca-traumatic, kededihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respons emosional penuh stress yang dilimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu. Ini dimulai dari teori psikoanlisis Freud tahun (1856-1939).

c.    Sosiological
Sosiological, Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh proses-proses sosialisasi yang berlatarbelakangkan kondisi sosio-budaya tertentu.

d.    Philosophic
Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yaitu menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.
         

6.   Bentuk Utama Terapi

a.    Psikoterapi Suportif

·         Mendukung funksi-funksi ego, atau memperkuat mekanisme defensi yang ada
·         Memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik.
·         Perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif.

Cara atau pendekatan: bimbingan, reassurance, katarsis emosional, hipnosis, desensitisasi, eksternalisasi minat, manipulasi lingkungan, terapi kelompok.

b.    Psikoterapi Reedukatif:
Mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan (habits) tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih menguntungkan.
Cara atau pendekatan: Terapi perilaku, terapi kelompok, terapi keluarga, psikodrama, dll.

c.    Psikoterapi Rekonstruktif
Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
Adapun tujuan lainnya yaitu :
·           Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
·           Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
·           Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
·           Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
·           Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
·           Mengembangkan potensi klien.
·           Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
·           Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
·           Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
·           Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
·           Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
·           Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·           Meningkatkan kesadaran diri.
·           Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
·           Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi


B.   Terapi Psikoanalisis (Sigmun Freud)

1.   Konsep dasar teori psikoanalisis tentang kepribadian

Teori psikoanalisis di kembangkan oleh sigmun freud yang lahir pada tanggal 6 mei 1856 dan meninggal pada tanggal 23 september 1939. Psikoanalisa merupakan suatu system psikologi Sebagai suatu system psikologi, psikoanalisa merupakan sistem yang paling lengkap yang tersedia. Psikoanalisa mengandaikan pengalaman individu baik dimasa kini maupun dimasa lampau, baik situasi individunya maupun situasi sosialnya. Psikoanalisa pada hakikatnya merupakan sebuah teori kepribadian. Teori kepribadian menurut Freud, menyangkut tiga hal:
Ø  Struktur kepribadian
-       Id
Id adalah system kepribadian yang orisinil; kepribadian setiap orang hanya terdiri dari id ketika dilahirkan.id kurang terorganisasi, buta, menuntut, dan mendesak. Id bersifat tidak logis , amoral, dan disorong oleh suatu kepentingan: memuaskan kebutuhan –kebutuhan naluriah, Id adalah sumber segala dorongan; reservasi naluri-naluri. Dengan kata lain id adalah aspek biologis yang merupakan system kepribadian yang asli.

-       Ego
 Merupakan Bagian rasional dan dasar dari pikiran, yang membuat keputusan dan berhadapan dengan realitas dunia luar. Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan dunia kenyataan.

-       Super ego
Merupakan aspek sosiologis yang mencerminkan nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakat yang ada di dalam kepribadian individu. Super ego juga merupakan “moral” (conscience), gudang peraturan dan larangan berkenaan dengan yang harus anda lakukan dan tidak anda lakukan. Sikap yang dimiliki seseorang dalam super ego sebagian besar merupakan internalisasi dari sikap orang tuanya.

Ø  Dinamika kepribadian
Dinamika kepribadian terdiri dari cara bagaimana energy psikis itu didistribusikan serta digunakan oleh id, ego, dan super ego. Oleh karena julah energy terbatas, maka terjadi semacam persaingan dalam menggunakan energy tersebut.

Ø  Perkembangan kepribadian
Kepribadian berkembang sehubungan dengan empat macam pokok sebagai sumber ketegangan, yaitu: proses pertumbuhan fisiologis (kedewasaan), Fermustasi, Konflik, dan Ancaman.


2.   Unsur-unsur tarapi

a.    Muncul gangguan
Terapis berusaha memunculkan penyebab-penyebab yang menjadi akar permasalahan dari klien, untuk lebih mengenal karakteristik penyebab gangguan tersebut, kemudian terapis, memperkuat kondisi psikis dari diri klien, sehingga apabila klien mengalami gangguan yang serupa, diri klien akan lebih siap menghadapi dan mencari solusi dengan cepat.

b.    Tujuan terapi
Terfokus kepada upaya penguatan diri klien, agar kemudian hari apabila klien mengalami problem yang sama, maka klien akan lebih siap.

c.    Peran terapis
Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis, membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar & menafsirkan, terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien, mendengarkan kesenjangan dan pertentangan pada cerita klien.


3.   Teknik- Teknik Terapi

a.    Free Associaton
Analisis memita kepada klien agar membersihkan pikirannya dari pemikiran-pemikiran dan reenungan-renungan sehari-hari dan sebisa mungkin, mengatakan apa saja yang melintas dalam pikirannya.
Asosiasi bebas adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lampau dan pelepasan emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatic di masa lampau, yang dikenal dengan sebutan katarsis.
Selama proses asosiasi bebas berlangsung tugas analisis adalah mengenali bahan yang di repress dan dikung dalam ketidaksadaran.

b.    Analisis Transference
Analisis transference adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi. Ia memungkinkan klien mampu memperoleh pemahaman atas sifat dari fiksasi-fiksasi dan deprivasi-depsrivasinya, dan menyajjikan pemahaman tentang pengaruh masa lampau terhadap kehidupannya sekarang. Penafsiran hubungan transferensinya juga memungkinkan klieen mampu menembus: konflik-konflik masa lampau yang tetap dipertahankannya hingga sekarang dan yang menghambat pertumbuhan emosionalnya. Singkatnya efek-efek psikopatologis dari hubungan masa dini yang tak diinginkan, dihambat oleh penggarapan atas konflik emosional yang sama yang terdapat dalam hungungan terapeutik dengan analisis.

c.    Analisis Resisten
Freud memandang resistensi sebagai dinamika tak sadar yang digunakan oleh klien sebahai pertahanan terhadap kecemasan yang tidak bisa dibiarkan, yang akan meningkatkan jika klien menjadi sadar atas dorongan-doronggan dan perasaan-perasaan yag direpresi itu. Penafsiran analisis atas resistensi ditunjukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yang ada di balik resistensi sehingga dia bisa menanganinya. Sebagai aturan umum, analisis harus membangkitkan perhatian klien dan menafsirkan resistensi yang paling ketara guna mengurrangi kemungkinan klien menolak penafsiran dan guna memperbesar kesempatan bagi klien untuk mulai melihat tingkah laku resitifnya.

d.    Analisis Mimpi
Sebuah prosedur yang penting untuk menyngkap bahan yang tak disadari dan memberikan kepada klien pemahaman atas beberapa area masalah yang tidak terselesaikan. Selama tidur, pertahanan-pertahanan melemah, dan perasaan-perasaan yang direpresi muncul kepermukaan.
Freud memandang mimpi sebagai  “jalan istimewa  menuju kesadaran”, sebab melalui mimpi-mimpi itu hasrat, kebutuhan dan ketakutan yang tak disadari, diungkapkan