Selasa, 08 Mei 2012

Macam-macam Gangguan Kejiwaan



1.      skizofrenia

Skizofrenia merupakan bentuk psikosa fungsional yang paling berat, dan menimpulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Skizofrenia juga merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana-mana sejak dahulu. Meskipun demikian pengetahuan kita tentang sebab-musabab sangat kurang. Dalam kasus berat, klien tidak mempunyai kontak dengan realitas, sehingga pemikiran dan perilakunya abnormal. Perjalanan penyakit ini secara bertahap akan menuju kearah kronisitas, tetapi sekali-sekali bisa timbul serangan. Jarang bisa terjadi pemulihan sempurna dengan spontan dan jika tidak diobati biasanya berakhir dengan personalitas yang rusak “cacat”. 

2.    Depresi
   
depresi merupakan suatu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri. Depresi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam perasaan yang ditandai dengan kemurungan, keleluasaan, ketiadaan gairah hidup, perasaan yang tak berguna, putus asa dan lain sebagainya. Depresi adalah suatu perasaan sedih dan yang berhubungan dengan penderitaan. Dapat berupa serangan yang ditunjukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang mendalam. Depresi juga adalah gangguan patalogis terhadap mood mempunyai karakteristik berupa bermacam-macam perasaan, sikap, dan kepercayaan bahwa seseorang hidup menyendiri, pesimis, putus asa, ketidakberdayaan, harga diri rendah, bersalah, harapan yang negatif dan takut pada bahaya yang akan datang. Depresi menyerupai kesedihan yang merupakan perasaan normal yang muncul sebagai akibat dari situasi tertentu, misalnya kematian orang yang amat dicintai. Individu yang menderita suasana perasaan (mood) yang depresi biasanya akan kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju kepada keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktivitas.

3.       Kecemasan
kecemasan sebagai pengalaman psikis yang biasa dan wajar, yang pernah dialami oleh setiap orang dalam rangka memacu individu untuk mengatasi masalah yang dihadapi sebaik-baiknya. Suatu keadaan seseorang merasa khawatir dan takut sebagai bentuk reaksi dari ancaman yang tidak spesifik.  Penyebabnya maupun sumbernya tidak diketahui atau tidak dikenali. Intensitas kecemasan dibedakan dari kecemasan tingkat ringan sampai tingkat berat. Menurut Sundeen (1995) mengidentifikasi rentang respon kecemasan ke dalam empat tingkatan yang meliputi, kecemasan ringan, sedang, berat dan kecemasan panik.

4.       Gangguan Kepribadian
gejalah-gejala gangguan kejiwaan (psikopatia) dan gejala-gejala nerosa berbentuk hampir sama pada orang-orang dengan intelegensi tinggi ataupun rendah. Jadi boleh dikatakan bahwa gangguan kepribadian, nerosa,  dan gangguan intelegensi sebagian besar tidak tidak bergantung pada satu sama lain. Kemunculan gangguan kepribadian berawal kemunculan distres, yang dilanjutkan pada penekanan perasaan-perasaan tersebut dan berperilaku tertentu seperti orang mengalami distres pada umumnya.Rendahnya fungsi interaksi sosial di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja ikut memperburuk kondisi dan suasana emosi dengan cara mendramatisir, menyimpan erat, mengulang atau mengingat kembali suasana hati (obsesif), dan anti sosial.Beberapa perilaku tersebut menganggu individu dan aktivitas sehari-harinya, secara umum individu yang mengalami gangguan kepribadian kesulitan untuk mempertahankan atau menlanjuti hubungan dengan orang lain. Hal ini disebabkan oleh permasalahan interpersonal yang kronis, atau kesulitan dalam mengenal perasaan-perasaan (emosi) sendiri yang muncul dalam dirinya. Penderita gangguan kepribadian mempunyai karakteristik perilaku yang kaku sulit menyesuaikan diri sehingga orang lain seperti bersikap impulsif, lekas marah, banyak permintaan, ketakutan, permusuhan, manipulatif, atau bahkan bertindak kasar.Problem ketergantungan pada alkohol, gangguan mood, kecemasan dan gangguan makan, melakukan hal-hal yang berbahaya terhadap diri sendiri, keinginan bunuh diri, gangguan seksual sering menjadi bagian dari permasalahan gangguan kepribadian.
CLUSTER
Dokter membagi 3 group secara garis besar gangguan kepribadian berdasarkan simtom utama dan jenis pengalaman individu:
(1) Cluster A; Kepribadian eksentrik
Golongan ini termasuk di dalamnya perilaku paranoid, aneh, eksentrik
- Gangguan kepribadian skizoid
- Gangguan kepribadian schizotypal
- Gangguan kepribadian paranoid
(2) Cluster B; Kepribadian dramatik
Golongan dramatisir, perilaku emosional, tidak menentu, dan perilaku antisosial
- Gangguan kepribadian histrionik
- Gangguan kepribadian narsisistik
- Gangguan kepribadian borderline
- Gangguan kepribadian antisosial

(3) Cluster C; Kepribadian dengan kecemasan
Gangguan kepribadian dengan kecemasan, ketakutan, dan perilaku tergantung.
- Gangguan kepribadian menghindar
- Gangguan kepribadian dependen
- Gangguan kepribadian obsessive-compulsive

5.      Gangguan mental organik
merupakan gangguan jiwa yang psikotik atau non-psikotik yang disebabkan oleh gangguan fungsi jaringan otak. Gangguan fungsi jaringan otak ini dapat disebabkan oleh penyakit badaniah yang terutama mengenai otak atau diluar otak. Bila bagian bagian otak yang terganggu itu luas, maka gangguan dasar mengenai fungsi mental sama saja, tidak tergantung pada penyakit yang menyebabkannya bila hanya bagian otak dengan fungsi tertentu saja yang terganggu, maka lokasi inilah yang menentukan gejala dan sindroma, bukan penyakit yang menyebabkannya. Pembagian menjadi psikotik dan tidak psikotik lebih menunjukan kepada berat gangguan otak pada suatu penyakit tertentu dari pada pembagian akut dan menahun.

6.      Gangguan Psikosomatik
Merupakan komponen psikologis yang di ikuti gangguan fungsi badaniah sering terjadi perkembangan neurotic yang memperlihatkan sebagian besar atau semata-mata karena gangguan fungsi alat-alat tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf vegetative.Penderita yang menemukan kelainan-kelainan atau keluhan,pada tubuhnya yang disebabkan oleh factor-faktor emosional melalui syarat yang menimbulkan perubahan yang tidak mudah pulih, misalnya : sulit tidur jika banyak masalah, hilang nafsu makan, dan makan berlebih

7.      Retardasi Mental
Retardasi Mental (mental retardation) adalah keterlambatan yang mencakup rentang yang luas dalam perkembangan fungsi kognitif dan social.
Retardasi mental didiagnosis berdasarkan kombinasi dari 3 kriteria :
1. skor rendah pada
tes intelegensi formal (skor kira-kira 70 atau di bawahnya)
2. adanya bukti hendaknya dalam melakukan tugas sehari-hari dibandingkan dengan orang lain yang seusia dalam lingkup budaya tertentu, dan
3. perkembangan gangguan terjadi pada usia 18 tahun
.
Retardasi mental sering disebut dengan istilah sebagai berikut :
1.      Lemah pikiran (feeble-minded)
2.      Terbelakang mental (mentally Retarded)
3.      bodoh/dungu (idiot)
4.      pandir (imbecile)
5.      tolol (moron)
6.      ketergantungan penuh
7.      mental subnormal
8.      deficit mental
9.      deficit kognitif
10.  gangguan intelektual.

8.      Gangguan Perilaku Masa Anak dan Remaja
Anak dengan gangguan perilaku menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan permintaan, kebiasaan atau norma-norma masyarakat.Anak dengan gangguan perilaku dapat menimbulkan kesukaran dalam asuhan dan pendidikan.Gangguan perilaku mungkin berasal dari lingkungannya, akan tetapi akhirnya kedua factor ini saling mempengaruhi diketahui bahwa ciri dan bentuk anggota tubuh serta sifat kepribadian yang umum dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Pada gangguan otak seperti trauma kepala, ensepalitis, neoplasma dapat mengakibatkan perubahan kepribadian.Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perilaku anak, dan sering lebih menentukan oleh karena lingkungan itu dapat diubah, maka dengan demikian gangguan perilaku itu dapat dipengaruhi atau dicegah.

9.      Rasionalis
Dimana penderita sering memutar balikkan fakta yang bersangkutan dengan ego individunya sendiri atau dalam arti lain memutar balikkan hati nuraninya sendiri yang mengakibatkan kepercayaan diri hilang.

10.  Neurosis
Adalah gangguan jiwa yang penderitanya masih dalam keadaan sadar, dengan melalui ketidak beresan tingkahlaku, susunan syaraf juga karena sikap seseorang terhadap orang lain. Ciri-ciri neurosis meliputi: sering adanya konflik, reaksi kecemasan, kerusakan aspek-aspek kepribadian, phobia, gangguan pencernaan. Seseorang yang terkena neurosis mengetahui bahwasannya ia jiwanya terganggu, baik disebabkan gangguan jasmani dan jiwanya sendiri.

11.  Psikosis
Pada psikosis penderita sudah tidak dapat menyadari apa penyakitnya, karena sudah menyerang seluruh keadaan netral jiwanya. Ciri-cirinya meliputi: disorganisasi proses pemikiran, gangguan emosional, disorientasi waktu, ruang sering atau terus berhalusinasi.

3 komentar:

  1. mba ak mw tnya, itu ngambil referensi dari mana ya?

    BalasHapus
  2. terima kasih, artikel ini sangat membantu saya yg sedang saya lakukan.

    BalasHapus